lets share what Ur own, and I give U everything U never think
Showing posts with label tarawih. Show all posts
Showing posts with label tarawih. Show all posts

Thursday, August 18, 2011

Derajat Hadits Shalat Tarawih 23 Raka'at


Derajat Hadits Shalat Tarawih 23 Raka'at
by  Abdul Hakim bin Amir Abdat

HADITS PERTAMA
Artinya :
"Dari Ibnu Abbas, sesungguhnya Nabi SAW, shalat di bulan Ramadlan dua puluh raka'at, (hadits riwayat : Ibnu Abi Syaibah, Abdu bin Humaid, Thabrani di kitabnya Al-Mu'jam Kabir dan Ausath, Baihaqi & Ibnu Adi dan lain-lain). Di riwayat lain ada tambahan : "Dan (Nabi SAW) witir setelah shalat dua puluh raka'at". Riwayat ini semuanya dari jalan Abu Syaibah, yang namanya : Ibrahim bin Utsman dari AlHakim dari
Misqam dari Ibnu Abbas. Imam Thabrani berkata : Tidak diriwayatkan dari Ibnu Abbas melainkan dengan isnad ini. Imam Baihaqi berkata : Abu Syaibah menyendiri dengannya, sedang dia itu dlo'if. Imam AlHaistami berkata di kitabnya "Majmauz Zawaid (3/172) : Sesungguhnya Abu Syaibah ini dlo'if.

Al-Hafidz (Ibnu Hajar) berkata di kitabnya Al-Fath (syarah Bukhari) : Isnadnya dlo'if, Al-Hafidz Zaila'i telah mendlo'ifkan isnadnya di kitabnya Nashbur Rayah (2/172). Demikian juga Imam Shan'ani di kitabnya Subulus Salam (syarah Bulughul Maram) mengatakan tidak ada yang sah tentang Nabi shalat di bulan Ramadlan dua puluh raka'at.  Saya (Abdul Hakim bin Amir Abdat) berpandangan : Bahwa hadits ini DLO'IFUN JIDDAN (Sangat Dlo'if). Bahkan muhaddits Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani mengatakan : MAUDLU'. Tentang kemaudlu'an hadits ini telah beliau terangkan di kitabnya "Silsilah Hadits Dlo'if wal Maudlu" kitab "Shalat Tarawih" dan "Irwaul Ghalil".

Siapa yang ingin mengetahui lebih luas lagi tentang masalah ini, bacalah tiga kitab Syaikh AlAlbani di atas, khususnya kitab shalat tarawih.

Sebagaimana telah kita ketahui dari keterangan beberapa Ulama di atas sebab lemahnya hadits ini, karena di isnadnya ada seorang rawi tercela, yaitu IBRAHIM BIN UTSMAN ABU SYAIBAH.

Ulama-ulama ahli hadits menerangkan mengenai Ibrahim bin Utsman Abu Syaibah, sebagai berikut :
1. Kata Imam Ahmad, Abu Dawud, Muslim, Yahya, Ibnu Main dll : Dlo'if.
2. Kata Imam Tirmidzi : Munkarul Hadits.
3. Kata Imam Bukhari : Ulama-ulama (ahli hadits) mereka diam tentangnya (ini satu istilah untuk rawi lemah tingkat tiga).
4. Kata Imam Nasa'i : Matrukul Hadits.
5. Kata Abu Hatim : Dlo'iful Hadits, Ulama-ulama diam tentangnya dan mereka (ahli  hadits) meninggalkan haditsnya.
6. Kata Ibnu Sa'ad : Adalah dia Dlo'iful Hadits.
7. Kata Imam Jauzajaniy : Orang yang putus (satu istilah untuk lemah tingkat ketiga).
8. Kata Abu Ali Naisaburi : Bukan orang yang kuat (riwayatnya).
9. Kata Imam Ad-Daruquthni : Dlo'if.
10. Al-Hafidz menerangkan : Bahwa ia meriwayatkan dari Al-Hakam hadits-hadits munkar.

Periksalah kitab-kitab :
1. Irwaul Ghalil, oleh Muhaddits Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani. 2 : 191, 192, 193.
2. Nashbur Raayah, oleh Al-Hafidz Zaila'i. 2 : 153.
3. Al-Jarh wat Ta'dil, oleh Imam Ibnu Abi Hatim. 2 : 115
4. Tahdzibut-Tahdzib, oleh Imam Ibnu Hajar. 1 : 144, 145
5. Mizanul I'tidal, oleh Imam Adz-Dzahabi. 1 : 47, 48

Search 2.0