lets share what Ur own, and I give U everything U never think
Showing posts with label teknik. Show all posts
Showing posts with label teknik. Show all posts

Saturday, September 22, 2012

How to Teach a Text


1. RECOUNT

General Features
Social Purpose
Recounts ‘tell what happened’. The purpose of a factual recount is to document a series of events and evaluate their significance in some way. The purpose of the literary or story recount is to tell a sequence of events so that it entertains. The story recount has expressions of attitude and feeling, usually made by the narrator about the events.
Structure
Recounts are organised to include:
an orientation providing information about ‘who’, ‘where’ and ‘when’;
a record of events usually recounted in chronological order;
personal comments and/or evaluative remarks that are interspersed throughout the record of events;
  reorientation that ‘rounds off’ the sequence of events.
Grammar
Common grammatical patterns of a recount include:
use of nouns and pronouns to identify people, animals or things involved;
  use of action verbs to refer to events;
use of past tense to locate events in relation to speaker’s or writer’s time;
use of conjunctions and time connectives to sequence the events;
use of adverbs and adverbial phrases to indicate place and time;
use of adjectives to describe nouns
Teaching Notes: Stage 1
Students’ personal experiences and class experiences, such as shared reading of picture book recounts, provide ideal content for students’ recounts. Students can give oral recounts of personal experience and jointly construct retellings of shared picture book recounts. Many teachers in Early Stage 1 use news telling as a context for oral recounts. It is important to scaffold children’s language use to ensure there is a sequence of events in their recounts

Wednesday, January 18, 2012

Model Pembelajaran Bahasa Inggris

Model-Model Pembelajaran Bahasa Inggris berikut ini, dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas, dengan catatan bahwa penerapan model tersebut sebaiknya dikondisikan dengan keadaan peserta didik  dan lingkungan sekolah ;


I. Grammar Translation Method

Pada metode Grammar (the Grammar Method) siswa mempelajari kaidah-kaidah gramatika bersama-sama dengan daftar atau kelompok-kelompok kosakata. Kata-kata tersebut kemudian dijadikan frase atau kalimat berdasarkan kaidah yang telah dipelajari. Pada metode ini penguasaan kaidah-kaidah lebih diutamakan daripada penerapannya. Ketrampilan lisan, seperti pelafalan, tidak dilakukan. Metode ini mudah penerapannya karena guru tidak harus fasih berbicara bahasa yang harus dipelajari, sedangkan evaluasi dan pengawasannya juga tidak sulit.
 Metode Translation (the Translation Method) berisi kegiatan-kegiatan penerjemahan teks yang dilakukan dari hal mudah ke hal yang sulit. Pertama dari bahasa sasaran ke bahasa ibu dan sebaliknya. Penerjemahan teks dilakukan dengan cara penerjemahan kata per kata maupun gagasan per gagasan termasuk ungkapan-ungkapan idiomatic.
Perpaduan dua metode tersebut di atas melahirkan metode Grammar-Translation (the Grammar Translation Method / GTM) yang memiliki cirri-ciri sebagai berikut:
1.      Pengajaran dimulai dengan pemberian kaidah-kaidah gramatika dan mengacu pada kerangka gramatika formal.
2.      Kosakata yang diajarkan bergantung pada teks yang dipilih sehingga tidak ada kesinambungan antara kelompok atau daftar kosakata yang satu dengan yang lainnya.
3.      Penghafalan dan penerjemahan merupakan ciri kegiatan yang menonjol, yaitu menghafal dan menerjemahkan kosakata dan kaidah gramatika.
4.      Pelafalan tidak diajarkan atau sangat dibatasi hanya pada beberapa aspek saja.
5.      Lebih menekankan pada ketrampilan membaca dan menulis daripada menyimak dan berbicara.
Dari uraian di atas, GTM dapat didefinisikan sebagai metode pengajaran bahasa melalui analisis kaidah-kaidah bahasa secara rinci dan diikuti dengan penerapan pengetahuan tentang kaidah-kaidah tersebut untuk tujuan penerjemahan kalimat-klimat dan teks-teks, baik dari bahasa sasaran ke bahasa ibu atau sebaliknya.

Ciri-ciri GTM:
a.       menekankan ketepatan; siswa diharapkan dapat mencapai standar yang tinggi dalam penerjamahan.
b.      meruntutkan butir atau kaidah-kaidah gramatika bahasa sasaran dengan ketat dalam silabus.
c.       menggunakan bahasa ibu pelajar sebagai medium instruksi

Teknik-teknik dalam Grammar Translation Method:
1.   Translation of a literary passage                         6. Fill-in-the-blanks
2.   Reading comprehension questions                      7. Memorization
3.   Antonyms/Synonyms                                         8. Use words in sentences
4.   Cognates                                                           9. Composition
5.   Deductive application of rule

 II. Direct Method (DM)

Pengajaran langsung merupakan revisi dari Grammar Translation Method karena metode ini dianggap tidak dapat membuat siswa dapat berkomunikasi dengan menggunakan bahasa asing yang sedang dipelajari. Dalam proses pembelajaran, penerjemahan dilarang digunakan.
Proses pembelajaran dengan DM, guru menyuruh siswa untuk membaca nyaring. Kemudian, guru memberi pertanyaan dalam bahasa yang sedang dipelajari. Selama proses pembelajaran berlangsung, realia seperti peta atau benda yang sesungguhnya bisa dipergunakan. Guru bisa menggambar atau mendemonstrasikan.

Teknik-teknik dalam Direct Method:
1.      Reading aloud  
2.      Question and answer exercise
3.      Getting students to self-correct
4.      Conversation practice
5.      Fill-in-the-blanks
6.      Dictation
7.      Map drawing
8.      Paragraph writing

 III. The Audio-Lingual Method

    Istilah audio-lingualisme pertama-tama dikemukakan oleh Prof. Nelson Brooks pada tahun 1964.
    Metode ini menyatakan diri sebagai metode yang paling efektif dan efisien dalam pembelajaran
    bahasa asing dan mengklaim sebagai metode yang telah mengubah pengajaran bahasa dari hanya
    sebuah kiat ke sebuah ilmu. Audio-Lingual Method (ALM) merupakan hasil kombinasi pandangan
   dan prinsip-prinsip Linguistik Struktural, Analisis Kontrastif, pendekatan Aural-Oral, dan psikologi
    Behavioristik.

Tuesday, January 10, 2012

Model-Model Pembelajaran

 

Search 2.0